OPINI

Indonesia Raih Dua Emas Olimpiade Kebumian

Selasa, 28 September 2010 | 08:56 WIB

TEMPO Interaktif, YOGYAKARTA – Indonesia memperoleh dua emas dalam Olimpiade Kebumian yang diselenggarakan oleh Universitas Gadjah Mada. Inilah untuk pertamakalinya Indonesia mendapat emas setelah mengikuti olimpiade ini sejak 2007.

“Akhirnya kita pecah telur, mendapat dua emas. Senang dan bangga sekali,” kata ketua tim Olimpiade Kebumian dari Indonesia, Sapto Budi Samudera kepada wartawan usai pemberian medali di Gedung University Center Universitas Gadjah Mada.
Selama tiga tahun mengikuti perlombaan ini, Indonesia hanya memperoleh medali 4 perak di Korea tahun 2007. Pada tahun 2008, Indonesia hanya menjadi observer, dan hanya memeroleh 1 perak di tahun 2008 ketika Olimpiade diselenggarakan di Taiwan.

Dua orang yang memperoleh medali emas adalah Rio Priandri Nugroho (Tim A), mahasiswa Institut Teknologi Bandung dan Ega Gita Prasastia yang menjadi tamu dalam oliampiade ini (Tim B). Meski hanya menjadi tamu olimpiade, perolehan emas disejajarkan dengan tim A.

Rio mendapat medali emas bersama Hung I Yang (Taiwan), Po Han Huang (Taiwan), Jhih Cing Jhang (Taiwan), Changhyun Choi (Korea), Kazuhiro Noda (Jepang), dan Ho Yeon Shi (Korea). Mereka mengalahkan sekitar 70-an peserta dari negara Amerika Serikat, Ukrania, Rusia, Sri Lanka, Kamboja, India, Thailand, Itali, Nepal, Philipina. Penerima medali emas mendapatkan angka tertinggi karena berhasil menyelesikan tes tertulis dan praktek lapangan untuk ilmu kebumian yakni Geosfir, Atmosfir, dan astronomi.

Salah satu anggota tim regu Indonesia Hakim Lutfi Mualasan yang menjadi pembina tim Indonesia mengatakan sebenarnya tim Indonesia yang berjumlah 8 orang memiliki kemampuan yang tangguh. Hanya saja, kata dia, kemampuan mereka belum terintegrasi. Misalnya, seorang siswa unggul di bidang astronomi namum lemah di geosfir. Namun karena kejuaraan ini individu, maka Indonesia harus puas banyak memeroleh medali perak dengan jumlah total 6 medali perak. “Kalau kejuaraan ini tim, mungkin bisa lebih banyak mendapat emas,” kata Sapto.

Salah satu kelemahan Indonesia dalam olimpiade kebumian ini lantaran kurikulum yang dimiliki Indonesia kalah jauh dengan Korea, Jepang, dan Taiwan. “Kurikulum tentang ilmu kebumian mereka sudah terintegrasi sejak SMA,” ujarnya. Sementara, di Indonesia, pelajaran yang dulunya memiliki bumi dan antariksa sudah hilang dalam kurikulum. “Karena itu Indonesia harus memiliki kurikulum kebumian yang terintegrasi,” ujarnya.

Pentingnya ilmu kebumian dimasukkan dalam kurikulum sejam Sekolah Menengah Atas karena Indonesia salah satu negara yang sering terkena bencana alam. “Karena itu ilmu mulai dari bawah tanah hingga ruang angkasa harus segera dibenahi dalamkurikulum ilmu kebumian,” ujar Hakim.

Untuk mengikuti olimpiade kebumian ini, Indonesia sudah mempersiapkan pelatihannya sejak setahun lalu. Sapto mengatakan pelatihan dilakukan oleh dosen-dosen dari ITB, UGM, Universitas Diponegoro sejak Oktober tahun lalu. Mereka disaring dari peserta di seluruh Indonesia. Pada bulan Oktober 29 nama sudah tersaring hingga menyusut tinggal 8 nama.

Rio, peraih medali emas mengaku senang dan bersyukur mendapat medali emas ini. Rio mengaku saingan terberat dalam ajang bergengsi ini dari negara Taiwan yang dalam olimpiade ini memborong medali emas dan mendapat grand master. “Mereka teori dan latihannya hebat,” kata Rio. Rio sendiri mengaku kesulitan tes tertulis dan praktek di bidang astronomi. “Soalnya benar-benar di luar bayangan,” ujarnya.
BERNADA RURIT

sumber: www.tempointeraktif.com

Sulut Tuan Rumah Olimpiade Sains Nasional 2011

Sosbud / Jumat, 6 Agustus 2010 22:25 WIB
Metrotvnews.com, Medan: Sulawesi Utara ditetapkan sebagai tuan rumah penyelenggaraan Olimpiade Sains Nasional (OSN) ke- 10 2011 yang akan diikuti siswa-siswa dari seluruh jenjang pendidikan di Indonesia.

“Tahun depan daerah yang menjadi penyelenggara OSN adalah Kota Manado, Sulawesi Utara,” kata Direktur Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan Nasional Prof Dr Suyanto usai penutupan OSN ke- 9 di Medan, Sumatra Utara, Jumat (6/8).

Kepastian Sulawesi Utara ditetapkan sebagai tuan rumah ditandai dengan penyerahan panji penyelenggara OSN oleh Prof Dr Suyanto didampingi Wakil Gubernur Sumut Gatot Pujonugroho kepada Kepala Dinas Pendidikan Sulawesi Utara.

Dengan ditunjukknya Sulawesi Utara sebagai pelaksana OSN ke-10 tahun 2011 menjadikan daerah itu sebagai daerah kesepuluh di Indonesia yang menjadi penyelenggara sejak kegiatan tersebut digelar mulai tahun 2002.

Daerah yang pernah menjadi tuan rumah penyelenggara OSN untuk pertama kali adalah Yogyakarta pada tahun 2002, yang saat itu hanya diikuti oleh siswa-siswa SMA saja.

Tahun 2003, OSN dilaksanakan di Balikpapan, Kalimantan Timur. Kegiatan saat itu sudah melibatkan siswa SD, SMP, dan SMA. Setahun kemudian berlangsung di Pekanbaru, Riau. Tahun 2005, OSN diadakan di DKI Jakarta dan tahun berikutnya di Semarang, Jawa Tengah. Pada 2007, berlangsung di Surabaya, Jawa Timur. Sesudah itu di Makassar, Sulawesi selatan dan tahun 2009 kembali di Jakarta.

Tahun 2010 penyelenggaranya adalah Sumatera Utara dan tahun 2011 Sulawesi Utara ditunjuk sebagai tuan rumah. Pelaksanaan OSN ke-9 di Medan ini diikuti sebanyak 1.565 peserta dari seluruh Indonesia. Dari Jumlah itu, Jawa Tengah merupakan daerah yang paling banyak mengirimkan dutanya yakni 178 orang.

Provinsi DKI Jakarta berhasil meraih predikat juara umum dan memperoleh 20 medali emas, 29 medali perak dan 41 medali perunggu. Sementara di posisi kedua ditempati Jawa Tengah meraih 14 medali emas, 39 medali perak, 32 medali perunggu.

Di posisi ketiga, Banten dengan sembilan medali emas, 15 medali perak dan tujuh perunggu. Pposisi keempat ditempati Jawa Barat dengan delapan medali emas, 11 medali perak dan 11 medali perunggu. Di tempat ada Jawa Timur dengan enam medali emas, 15 medali perak dan 35 medali perunggu.(Ant/BEY)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s