Setelah Lulus Ujian Nasional

oleh geomania

Alhamdullillah Ujian Nasional (UN) 2011 telah usai. Moment yang kadang seperti momok itu berhasil dilalui. 100%. Demikian perbincangan hangat siswa diteras sekolah, di rumah dan di akun FBnya.

Rupanya UN bukan menjadi akhir. Namun bagian dari perjalanan berliku untuk sebuah cita-cita yang mesti diraih. Dan bagian perjalanan lain yang mesti ditempuh setelah semua itu selesai biasanya kuliah. Lagi-lagi kegiatan peras otak wajib dilakukan. Sebab, untuk masuk PTN tidak semudah membalik tangan. Bahkan kata mereka yang mengikuti tes masuk PTN soal-soalnya lebih sulit dari soal-soal UN.

Tapi syukur. Kesulitan mengerjakan soal-soal itupun terbayar sudah. Mereka tampak girang, setelah namanya tercantum lulus PTN. PTN yang mereka pilih. Meskipun diantara mereka juga ada yang mesti mengikuti tes ulang. Sabar!

Kemarin, saat sedang cap tiga jari Ijazah, seorang siswa yang suka bertanya mengatakan, bahwa dirinya diterima di Teknik Kimia ITS. Sebagai teman belajarnya, saya ikut gembira. Terlebih, si fulan ini tidak sendiri diterima di perguruan tinggi favorit Surabaya itu. Beberapa teman sekelasnya juga diterima disana.

Sembari bekerja kadang saya lontarkan pertanyaan sama. Diterima di PT mana kamu? Dengan memakai “PT” maka saya berharap tidak menyinggung perasaan mereka yang tidak melanjutkan kuliah. Sebab dari berita, diantara mereka tidak semuanya melanjutkan kuliah. Ada yang langsung bekerja. Selamat kepada Adam, cs yang di terima di perusahaan terpilih.

Siang pekerjaan ini belum kelar juga. Sampai akhirnya, Brilly Maksel datang. Dengan pertanyaan yang sama, siswa pendiam ini mengatakan bahwa dirinya diterima di Matematika, Institut Teknologi Bandung. Syukurlah. Siang menanjak, namun ada beberapa Ijazah / SKHUN yang belum di cap tiga jari. Beruntung, seorang teman mengingatkan, bahwa diantara siswa itu sedang dikarantina di Goethe, jakarta. Sebuah perjalanan yang mesti di tempuh sebelum mereka kuliah di Jerman. Selamat.

Sebagai teman belajar tentu bergembira jika mereka bisa diterima di Perguruan Tinggi. Terlebih di PTN yang dianggap favorit. Namun akan lebih gembira lagi jika mereka tidak lupa diri. Tidak lupa untuk tetap belajar tiada henti. Tidak lupa belajar berorganisasi, baik intra/ ekstra universitas. Tidak lupa bermasyarakat. Dan yang terpenting, tidak melupakan perintah dan larangan agama. Serta tetap tidak lupa untuk TETAP RENDAH HATI.

Bagi yang belum melanjutkan kuliah di Perguruan Tinggi. Atau bagi yang langsung bekerja/ terjun ke masyarakat, saya ucapkan selamat. Sama. Masyarakat atau pekerjaan yang digeluti itu juga universitas. Orang bilang Univertas Kehidupan. Pesannya sama, tetap RENDAH HATI.

24 Komentar to “Setelah Lulus Ujian Nasional”

  1. betul tetap RENDAH HATI…
    keberhasilan tentunya bukan diukur dari bisa kuliah atau tidaknya, tpi bagaimana mereka bisa diterima di masyarakat dalam pengabdiannya

  2. Pertanyaannya bijak, memakai pilihan kata PT, jadi nggak bakalan ada yang tersinggung. Salam hangat..

  3. Kelulusan hanya kesuksesan yang kecil, akan banyak tantangan di depan..

  4. Setelah lulus berarti dunia nyata mulai membentang dan tidak bisa di lalui dengan santai karena mereka begitu kerasnya.

    Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan

  5. setelah lulus UN itu atinya, siap menghadapi tantangan berikutnya yang membentang tiada putusnya, sampai meregang nyawa, sukses dan gagal relative, tergantung siapa yang menilainya, orang jawa bilang hidup ini “sawang sinawang”, saling memadang, apa yang kita nilai sukses, belum tentu begitu sebenarnya.

  6. Ya … sawang sinawang Pak Dhe … dadi ngelingake saat di Jawa dulu

  7. Sepakat, Mas, sebab keberhasilan yang sesungguhnya bukanlah hanya pada lulus dengan nilai yang baik saja, tetapi setelah lulus itulah baru ujian yang sesungguhnya dimulai.

  8. Betul Ustadz, sangat dalam ….

  9. selamat untuk seluruh siswa yang telah menyelesaikan studinya dan mulai melanjutkan nya ke perguruan tinggi🙂

  10. asal gak terlalu melihat hasil… penetapan target yang tinggi dan sebagainya hingga par asiswa semakin tkehilangan esensi dari menuntut ilmunya sendiri😦

  11. semoga hasil yang telah dicapai dpt dipertanggungjawabkan

  12. Lega atau was-was ya…

  13. Dan tidak lupa bahwa perjalanan panjang baru saja dimulai🙂

  14. Singgah lagi ya…

    Ada hajatan kecil neh….
    Dalam rangka menyambut bulan suci, dibagi buku “Dahsyatnya Ramadhan”. Bagaimana caranya? Silakan klik:

    http://amazzet.wordpress.com/2011/07/14/290/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s