Belajar Bertahan di Musim Kemarau

oleh geomania

Seperti tahun-tahun sebelumnya, setiap kemarau datang, maka berkuranglah debit air. Pun yang terjadi akhir-akhir ini, enam desa di Kabupaten Magelang diperkirakan akan kekeringan pada musim kemarau ini (Suara Merdeka,13/06/2011). Bahkan mungkin mungkin ditempat-tempat lain juga terjadi hal yang sama. Pasalnya Indonesia memiliki Zona Kemarau, seperti beberapa di Sumatera, Jawa, dan Nusa Tenggara.

Terkadang musim kemarau dicap sebagai kurang bersahabat. Tidak melulu kekeringan, terjadinya kebakaran dan kabut asap juga kerap dialamatkan kepada musim kemarau. Ya … Bolehlah kemarau disalahkan. Namun, dinegeri yang tropis ini tidak satupun orang yang mampu menahan kehadirannya. Bahkan Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan kehadiran kemarau di Indonesia akan lebih lama, dibanding tahun lalu. Dan puncaknya akan terjadi dipertengahan bulan Agustus, kata Edvin Aldrian, Kepala Pusat Perubahan Iklim dan Kualitas Udara BMKG (Kompas, 27/6/2011).

Belajar kepada pohon
Dari kejadian seperti diatas, Edvin Aldrian dari BMKG menghimbau agar menghemat penggunaan air dan mengurangi aktivitas bakar-bakar.

"Pohon Jati Sedang Meranggas"

"Pohon Jati Sedang Meranggas"


Seandainya pohon jati mendengar himbauan diatas mungkin akan tersenyum. Yah, perilaku itu memang sudah ia terapkan sejak lama. Si pohon jati akan mengguggurkan daunnya dimusim kemarau untuk mengurangi fotosintesis. Ranting dan dahannya akan berubah keputihan untuk lebih banyak memantulkan sinar matahari. Begitulah cara hidup hemat air ala pohon jati.

Patut juga belajar kepada pohon kaktus. Meski kecil dan tak berdaun lebar, tapi ketahanannya terhadap musim kering sungguh luar biasa. Sampai-sampai Harun Yahya juga mengatakan, bahwa kaktus itu pohon yang cerdas.

Jadi jika pohon-pohon yang tidak memiliki otak itu mampu berbuat begitu cerdasnya, apalagi manusia. InsyaAllah bisa lebih dari itu. (Suretno)

18 Komentar to “Belajar Bertahan di Musim Kemarau”

  1. Subhanallah,, nambah ilmu yang kudapat dari sini..terimakasih

  2. menarik
    salam hangat drai blue

  3. mari kita mulai dari diri kita lmasing masing agar terselenggaranya go green🙂

  4. Di Solo 2 bulan tidak hujan, saya kira dah kemarau, ternyata 2 hari ini hujan deras.
    Trimakasih ya mas sudah sudi mampir ke blog saya

  5. kunjungn perdata…….

  6. belajarlah dari alam .. begitu kata orang bijak:mrgreen:

  7. saya jarang sekali dapat musim kemarau, mungkin batam beda kali ya iklimnya😀
    terima kasih atas kunjungannya tempo hari ya hehehe

  8. Salam kenal…. waduh kalo lagi musim kemarau justru bawaannya banyak ngeluarin air untuk nyiram tanaman di halaman. Kalau hujan justru ga ngeluarin selang. Belom bisa belajar hemat dari si pohon jati…

  9. Betul Mas, semua itu mulai dari diri sendiri. mari kita mulai menanam minimal satu pohon di halaman rumah masing-masing untuk membantu program pelestarian lingkungan. ini semua untuk anak cucu kita kelak. Semoga kemarau tahun ini tidak berkepanjangan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s