Penas oh Penas ….

oleh geomania

Alhamdulillah Pekan Nasional (Penas) Kontak Tani Nelayan Andalan (Penas KTNA) yang diikuti puluhan ribu peserta dari Sabang – Merauke berjalan lancar. Isu bom yang sempat mengemuka tidak meyurutkan Wapres Boediono untuk membuka acara akbar empat tahunan ini. Bersama Menteri Pertanian Suswono, Wapres berharap agar ketahanan pangan dapat tercapai. Kata beliau kekurangan bahan pangan akan berakibat kurang baik bagi suatu negara, di antaranya yaitu harga tak stabil yang dapat menyulitkan produsen dan pemerintah. Bahkan kekurangan pangan bisa mengganggu kestabilan politik dan kemanan. “Maka ketersediaan pangan harus aman. Ketahanan pangan ini tak bisa dianggap main-main,” tegasnya (Kutaikartanegara.com).

Pembukaan Penas XIII KTNA:

Wapres Boediono sedang membuka Penas XIII

Wapres Boediono sedang membuka Penas XIII

Bupati Kukar Rita Widyasari disela-sela pembukaan

Bupati Kukar Rita Widyasari disela-sela pembukaan

500 penari memeriahkan pembukaan penas XIII

500 penari memeriahkan pembukaan penas XIII

Sumber Foto: http://www.kutaikartanegara.com

Suasana jalan raya menuju Penas XIII Tenggarong

Suasana jalan raya menuju Penas XIII Tenggarong

Diluar arena, Sabtu 18/06/2011 jalanan Samarinda – Tenggarong memang tidak seperti biasanya. Ribuan kendaraan menyemut menuju stadion madya Aji Imbut, Tenggarong Seberang. Isu bom yang diwacanakan telah membuat aparat keamanan berjaga begitu ketatnya. Dipintu masuk kota Tenggarong, puluhan polisi bersenjata lengkap memeriksa setiap kendaraan berikut pengendaranya. Pemeriksaan kedua dilakukan di pintu gerbang Stadion, semua pengunjung baik panitia, peserta, dan masyarakat diperiksa satu persatu. Disini tidak hanya polisi, kesatuan TNI juga ikut memeriksa. Wuih … ketatnya. Tapi tidak mengapa, ini bukti bahwa aparat kita memang comitted pada negara dan rakyatnya. Thanks Pak Polisi dan Pak Tentara.

Hari kedua 19/06/2011 suasana di arena sangat meriah. Meriah dengan aneka kegiatan, seperti seminar, bazar, demo menanam, hingga lomba cerdas cermat petani, perang bantal, sampai tarik tambang ada disini. Sebagai pengunjung biasa saya susah untuk menghitung jumlah stand dan aneka kegiatan yang ada. Belum dengan produk aneka tanaman, ternak, hasil budidaya (tanaman – ternak), handycraft tumpah ruah di arena Penas kali ini.

Handycraft:

Kerajinan lokal Kalimantan (Foto dok. pribadi) Kerajinan lokal Jawa (Foto dok. pribadi)

Di arena pameran juga ditampilkan produk teknologi yang dapat membantu meringankan kinerja petani. Ada mesin pembuat kompos / pupuk organik, mesin penggiling padi, pengolah daging, pemipil jagung, dll.

Mesin sederhana:

Semoga dengan mesin diatas para petani dapat lebih produktif

Melihat produk olahan yang ditampilkan petani, peternak, pengrajin sepertinya produktivitas telah melaju beberapa strip. Ada produk yang dikemas unik, seperti Kopi Luak Bali, Surabaya, dan Lampung. Ada pula kopi tradisional Toraja, meski tidak luak tapi go internasional karena cita rasanya yang luar biasa. Sebagai testimoninya saya minum tiga cangkir/ hari. Memang mak nyuss… Tidak kalah juga dengan kopi hitam dari Merauke, gurih dan alami. Baru ini kali saya nyruput langsung enak. Sayang di Samarinda belum dipasarkan.

Stand Merauke:

Kopi Hitam Klasik Khas Papua

Kopi Hitam Klasik Khas Papua

"Buah merah dari Papua"

"Buah merah dari Papua"

"Sarang semut"

"Sarang semut"

Papua sebagai pulau terbesar di Indonesia banyak meyuguhkan hasil bumi yang tidak ditemukan ditempat lain. Seperti buah merah dan sarang semut yang berkhasiat sebagai obat.

Lho kok keterusan ngopi. Jangan ah … Nyoba ke stand Sumbar, berikut ada ikan asap dari Padang, dendeng, rendang daging, jangkrik. Ada pula hasil pertanian perkebunan seperti padi, umbi-umbian, kopi, kakao, dll.

Mampir distand Sumatera Barat:

"Apa artinya ya? Sayang gak nanya kemarin ..."

"Apa artinya ya? Sayang gak nanya kemarin ..."

"Hasil bumi Sumatera barat"

"Hasil bumi Sumatera barat"

"Lele asap khas Sumatera Barat"

"Lele asap khas Sumatera Barat"

"Produk Olahan Pangan Sumbar"

"Produk Olahan Pangan Sumbar"

Yang unik dan langka:

"Ganyong, Ubi Rambat, dan Suweg yang mulai susah ditemui"

Ganyong, Ubi Rambat, dan Suweg yang mulai susah ditemui"

“Ada yang unik dan langka distand Balai litbang Pertanian. Tanaman garut, ganyong, dan kimpul yang mulai langka ternyata masih bisa ditemui di stand ini. Dulu dikampung saya tanaman seperti ini tumbuh dengan liarnya. Tanaman garut dapat tumbuh di bawah naungan bambu. Tanaman ganyong biasa tumbuh ditempat yang lebih terbuka. Kedua tanaman ini biasa diambil umbinya untuk dijadikan kudapan, atau dijadikan tepung. Khusus garut biasanya dimanfaatkan anak-anak seperti saya (dulu) sebagai lem alternatif. Kimpul merupakan tanaman sejenis talas. Biasa dimanfaatkan sebagai makanan alternatif pengganti nasi. Yang pernah saya rasakan, kimpul merupakan tanaman sejenis talas yang paling enak, karena rasanya yang buket. Tapi makanan tradisional ini cuma akrab dengan lidah nenek moyang. Sekarang makanan cepat saji lebih banyak dijajakan. Meskipun terkadang (makanan cepat saji) kerap diberitakan berbahaya, namun keberadaannya tetap menjamur dimana-mana. Jadi seperti iklan rokok dipembungkusnya, emang GP …”
"Garut umbinya bisa dijadikan makanan alternatif"

"Garut umbinya bisa dijadikan makanan alternatif"

"Ganyong umbinya bisa dibuat mie yang sangat enak"

"Ganyong umbinya bisa dibuat mie yang sangat enak"

"Kimpul enak dimakan saat masih kebul-kebul"

"Kimpul enak dimakan saat masih kebul-kebul"

"Bandingkan kapulaga dengan tangan yang memegang, buesar ..."

"Bandingkan kapulaga dengan tangan yang memegang, buesar ..."

"Garut / irut/ angkrik yang mulai langka"

"Garut / irut/ angkrik yang mulai langka"

"Bunga sedap malam, salah satu icon Propinsi Jawa Timur"

"Bunga sedap malam, salah satu icon Propinsi Jawa Timur"

Sekarang jalan-jalan dikebun budidaya. Biar ngadem gratis. Dikebun ada ratusan tanaman yang boleh dikatakan baru, unggul, dan produktif. Jumlahnya ratusan. Digerbang kebun kita disambut aneka pepohonan dari Dinas kehutanan. Ada mahoni, ulin, jati … Terus kedalam ada hamparan padi, jagung, ketela, lombok, palawija, sayuran dari berbagai jenis.

Aneka Cabe:


Hasil bumi:

Padi

Kedelai

Jagung

Rami


Hmm.. capek juga jalan-jalannya. Sampai malam soalnya. Moga-moga saja harapan Pak Wapres dan Mentan tentang ketahanan pangan bisa terwujud. Amin.

2 Komentar to “Penas oh Penas ….”

  1. aamiin,,,
    iya sungguh ironi sekali seandainya saja kebutuhan pangan saja harus impor, padahal kita tinggal di negeri yang subur,,,,,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s