Antara Kota Bunga (Malang) hingga Tepian Samarinda

oleh geomania

Orang yang berkantong tipis seperti saya sukanya yang gratis-gratis. Termasuk dalam mengisi liburan. Gak mau yang berbayar. Gak apa-apa bau dikit, rame, berkeringat, no problem. “Yang penting happy”, kata Jamal Mirdad. “Yang penting urat syaraf tidak tegang”, bilang Bang Haji Rhoma. Seperti ngeblog jg, selagi ada yg gratis, Pake WordPress! Gratis … nyang penting happy, banyak temen, tambah ilmu, dll. Thanks WordPress!

Balik ke libur gratis, bagi yang tinggal dikota bisa ke taman kota. Seingatku waktu masih Kera Ngalam (Arema) banyak sekali t4 yang indah namun bisa dinikmati gratis. Bagi yang ‘Arema’ siapa tidak kenal Alun-Alun Kota. Meski ditengah kota tapi hawanya sejuk. Ini karena beringin ditanam mengelilingi taman. Ditengah ada air mancur dan kolam yang ikut menambah kesejukan. Sore-sore biasanya ada atraksi topeng monyet, atau ratusan merpati yang sengaja dipelihara pemkot setempat.

Tempat Indah Tanpa Bayar

Alun Alun Tugu

Alun Alun Tugu

Toko Oen

Toko Oen

Pasar Burung

Pasar Burung

Jalan Ijen

Jalan Ijen

Bosen …, coba jalan saja ke utara. Seratus langkah dari situ ada Toko Oen. Toko yang dibangun sejak zaman Belanda ini tetap orisinil. Mulai dari interior dan bagian luarnya. Kabarnya makanan dan penyajiannya juga masih ala tempo doeloe. Soalnya gk pernah makan disitu. Ngintip saja dari luar. Kadang yang beli bule-bule thok.

Religious:

Candi Singosari

Candi Singosari

Candi Jago

Candi Jago

Candi Jago Malang

Candi Jago Malang

Jangan lama-lama kalau gk beli. Mau yang gratis lagi baca buku di Gramedia. Letaknya persis di sebelah Toko Oen. Gramedia disini paling lengakap di Malang pada era 2000an. Sayangnya gk bisa duduk. Kalau gitu nanti saja cari tempat baca gratis yang bisa duduk. Sekarang jalan lagi. Cari udara segar.

Dari Gramed trus saja ke utara. Dua ratus meter dari situ kita akan sampai di pasar burung. Ribuan burung dijual disini. Mulai burung emprit sampai yang susah dicari seperti Jalak Bali. Disini juga dijual aneka jenis ikan. Bukan Cuma ikan lokal, Piranha yang biasanya Cuma di Brazil, disini juga ada. Ada juga primata, iguana, ular, kura-kura, dan hewan unik lainnya. Sebetulnya risih cerita perdagangan burung dan primata. Nanti dikira gak Pro Fauna. Sori Mas Rosek (Rosek Nursahid: Pendiri Pro Fauna Indonesia), cuman ngeliat doang.

Capek ah … Cari makan dulu. Jalan lagi. Eit jangan kembali ke jalan yang tadi. Nerobos saja lewat pasar bunga. Ada ribuan jenis bunga dijual disini. Mulai bunga berpot, tidak berpot, bunga potong, sampai segala rumput juga dijual disini. Pupuk, tanah, dan souvenir juga ada disini.

Lho tadi mau makan kok jalan terus. Buanyak makanan khas Malang di sini. Ada Pecel Kawi, karena letaknya di Jalan Kawi. Bedanya, pecel disini biasanya ada lenthonya, ada tempe kacangnya. Ada angsle, minuman segar yang sangat khas Malang. Susah cari minuman ini ditempat lain. Yang paling banyak dan ada dimana-mana ya Bakwan Malang. Ini kuliner brandnya Arema.

Sudah kenyang. Saatnya jalan lagi. Nah dari warung Pecel Kawi tadi, susuri jalan Ijen. Ini jalan taman. Termasuk hutan kotanya Arema juga. Jalan raya ini dibikin ringroad, ditengah taman indah. Di sisi luarnya pohon palem berjajar dengan rapinya. Diantara pohon-pohon tadi ada jalan khusus pejalan kaki. Di samping jalan ada rumah gaya spanyolan, wow … serasa di Eropa.

Masih belum capek … terus saja ke Jalan Willis. Persis didepan Universitas Widyakarya ada tempat penjualan buku. Ada buku klasik sampai buku jaman sekarang lengkap sekali. Disini boleh duduk. Pokoknya pinter-pinternya bersahabat dengan sang penjual, mau seharian duduk disitu juga boleh. Pengalaman pribadi, saat belum relokasi (di jalan Basuki Rahmat) aku duduk seharian sambil bantu Pak Kholik jual bukunya. Pokoknya setiap bete salah satu jujugannya ya disini ini.

Mau wisata sejarah yang gratis juga ada. Jalan saja ke Klaseman, disana ada id.wikipedia.org/wiki/Candi_Badut(Candi Badut). Ada juga candi Jago, tapi letaknya jauh dari kota. Ada juga sisa sejarah Singasari, datang saja di Singosari. Di desa Bungkuk konon Pusat kerajaannya. Soalnya ada yang bilang waktu waktu pembangunan Pesantren Bungkuk, dibawahnya ada sekumpulan batu candi yang banyak sekali. Disekililingnya ada pemandian. Adayang bilang pemandian ini tempat mandinya permaisuri raja-raja Singosari.

Itu yang gratis di kota Malang. InsyaAllah ditiap daerah / kota juga ada tempat yang free seperti itu. Surabaya misalnya, taman kotanya bagus. Ada perpustakaanya, Wifi-Hotspot, mau kencing tinggal cor … cor… (di WC umum bro). Mau pijit refleksi juga bisa (dibebatuan khusus). Mau kongkow-kongkow sambil makan kacang disediakan tempat duduk. Pokoknya uadem rek…

Bandung juga bagus, taman kotanya sangat asri. Kuliner lokalnya sangat terkenal, ada peuyem, siomay dll. Di tengah Kota Padang ada Jam gadang/ Jerman yang langka.

Sementara di tempat saya tinggal sekarang, Samarinda juga ada t42 yang free. Ditepian Sungai Mahakam ada taman kota yang biasanya sangat rame dikunjungi. Kita bisa juga lihat lalu lalang kapal, boat, dan ketinting mengarungi sungai terbesar di Kalimantan Timur.Disepanjang jalan dijajakan telor penyu. Di dekatnya ada Mesjid terbesar di Kalimantan, indah sekali. Serasa di Timur Tengah. Kalau mau nyeberang Sungai, ada juga Mesjid tertua di Samarinda. Mesjid ini dibuat dari kayu yang tahan lapuk. Menurut sejarah mesjid ini dibangun oleh imigran dari Sulawesi, bernama Daeng Mangkona.

“Nadi” Samarinda, Kaltim:

Jembatan Mahakam

Jembatan Mahakam

Islamic Centre Samarinda

Islamic Centre Samarinda

Yang free lagi dibagian kota Samarinda, ada danau bekas galian batu bara yang letaknya di Jalan AW. Syahrani, biasanya rame sekali orang disini. Ada yang membawa kapal remot disini. Ada yang memancing, ada yang jalan kaki memutari danau. Masuk kesini free alias gratis tis … Yang gak gratis kulinernya. Ada banyak abang bakso, Mie Ayam, Aneka kudapan, dll. Kuliner asli yang pas buat lidahku ya sayur sop kepala patin. Rasanya mak nyuss banged…

Bagian karunia Alam Kaltim:

Labi-Labi

Labi-Labi

Ikan Toman

Ikan Toman

Hutan Kalimantan

Hutan Kalimantan

Sungai Mahakam

Sungai Mahakam

Dan kalau liburan sekarang ini aku lebih suka ke rawa-rawa, danua, atau sungai. Bagiku tempat-tempat seperti ini sangat seger. Kadang bisa melihat monyet, ular, labi-labi (Kura-kura tapi ada yang bilang jenis ikan). Lebih menantang dan yang penting sangat gratis tis … Hehe … mau ikut ….

24 Komentar to “Antara Kota Bunga (Malang) hingga Tepian Samarinda”

  1. Walau free of charge, aku nonton dari blog aja deh,
    kalau jalan-jalan beneran agak repot karena pasti sama anak-anak😉

  2. untuk kuliner,bagi saya malang sangat menyenangkan,..
    tp akhir2 ini malang sudah ky metropolitan,…panas dan asap dmn mn,…

  3. kalau saya ke situ tetep aja ngeluarin dana pak,…..
    kalau mau bener2 gratis ya liat di blog ini aja dulu…😀

  4. Wah foto-fotonya keren dan lengkap banget..

  5. itu, taman kota itu, sy juga suka men di sono, hoho.

    salam kenal😀

  6. Dari dulu saya pengen banget jalan menyusuri Malang, belum kesampaian.

    Itu Labi-Labi lucu banget, cuma ada di Kalimantan ya Mas?

  7. malang memang adem 11:12 dengan bogor

    kapan ke bogor, aku tunggu jalan2nya, gratis om🙂

    • Iya 12 untuk bogor, kan kota hujan, maka istana dibangun disana: Nyaman. InsyaAllah ada paman saya dekat Kebun Raya, jika ada kesempatan saya akan mampir. Trims kunjungannya Mas …

  8. keren reviewnya… jadi penasaran sama daerah daerah tersebut😦
    kapan bisa ke sana ya?!?! ajak saya mas kapan2 :p gratisan :p

  9. eh Surabaya juga disebut saya pernah tinggal di sana mas
    meski agak panas tapi kotanya bagus, rapi dan cukup bersih (malah tahun ini dapat piala Adipura kategori kota metropolitan)
    kalau malang belum sempat ke sana yach sementara lihat lewat gambar dulu aja hehe🙂

  10. wah merantau dr malang ke samarind aya pak😀.
    btw, saya cuma pernah kerja dan tinggal di balikpapan.
    klo ke malang cuma pernah sekali, ke daerah deket gunung kelud (lupa nama gunungnya).
    itu juga cuma nganterin tetangga yg mo jadi penganten, jadinya cuma bentar dan lum pernah deh keliling tempat2 indah gratis di atas😦

    • Ya mas Arif. Lebih pasnya dari Purbalingga – Malang – Samarinda. Ya terkadang sy jg tidak sengaja mengunjungi t4 gratis, biasanya krn peristiwa spt mas arif. Paling sering krn berkunjung ke rumah temen …. Mksh kunjungannya mas …

  11. waduu…..hhh
    kpan sya bisa ksana ya..???
    He..he
    Salam Kenal Pak Suretno

  12. wadhhh aku ngiler ma pecelna .. pasti enak ya … 🙂

  13. Wah.. keren-keren tempatnya..
    Saya penasaran dengan samarinda..🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s