Mengembalikan Kesuburan Tanah “Ala Jadul”

oleh geomania

tandus

tandus

Tingkat kesuburan tanah pertanian di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, mulai menurun. Jumlah kandungan hara yang idealnya 5 persen kini diperkirakan hanya 2 persen (Kompas, 31 Mei 2011)


Kenyataan tersebut tentu berdampak negatif terhadap kehidupan. Terutama masyarakat yang tinggal di Banyuwangi, pasokan panen jadi berkurang. Terlebih dengan petaninya, penghasilan berkurang, daya beli menurun, angka harapan hidup bisa-bisa juga menurun. Wah kasihan ….



Terus siapa yang harus bertanggung jawab?
Dulu petani tidak mengenal pupuk kimia. Petani dulu hanya mengandalkan pupuk organik, seperti kotoran kambing, sapi yang dicampur dengan rumput kering. Petani tetap hidup, meski tidak ‘wah’ panen 3 kali setahun. Yang penting stabil. Produk yang dihasilkan meski sedikit juga bersih. Kata kerenya sekarang ‘padi organik’, ‘sayur organik’, semua serba organik. Makanya orang jadul sehat-sehat meski tak minum susu.
Nah baru diera 80-an pupuk kimia mulai rame disosialisikan (khusus dikampungku lho). Saya ingat karena hidup didesa. Sampai SMApun saya masih bantu orang tua diladang. Tidak ada dampak yang dirasakan saat itu. Panen melimpah. Jagung yang dulu melulu kecil dan berwarna putih, berubah jadi jagung besar yang warnanya kuning. Padi yang awalnya panen 1 kali setahun, jadi 3 kali setahun. Hebat. Makmur petani kala itu.

Sayang kemakmuran itu tak abadi, tanah mulai menolak pupuk kimia yang disosialisasikan itu. Hehehe … akhirnya back to nature, kembali ke jadul lagi. Bikin pupuk kompos lagi! Nah siapa yang lebih pinter kalau begini?
Jadi anak-anaku gak salah belajar geografi, coba baca lagi tentang upaya pelestarian tanah! Ada penanaman bergilir, buffering, ….

Tag:

3 Komentar to “Mengembalikan Kesuburan Tanah “Ala Jadul””

  1. hahahahaaaaa,bener,..
    org dulu mlh sehat2…
    sekrg ini yg instan jd sumber pnyakit

  2. Mudah2an ekosistem persawahan kembali seperti dulu lagi, hingga sy bisa urek urek memancing belut bahkan sidat dipematang sawah seperti th 80 an dahulu,,,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s