TugasGeografi – Air laut di Bali naik 4 meter pertahun. Demikian judul berita dari VIVAnews.com hari ini. Berita seperti ini biasanya membuat rasa tidak nyaman bagi penduduk setempat. Selain mengancam landscape pantai, relokasi penduduk juga tidak menutup kemungkinan untuk dilakukan. Seperti yang terjadi di Alaska, sebanyak 400 Penduduk Yupik Eskimo direlokasi ke tempat yang lebih tinggi akibat tempat tinggalnya mulai digenangi air. Sama halnya di Pulau Kribia, Selandia Baru, 94.000 penduduk jug harus pindah ke tempat yang lokasinya lebih tinggi.
Naiknya air laut bisa terjadi karena faktor alam. Kulit bumi yang terdiri dari lempeng-lempeng bergerak seperti teh panas yang dijerang. Ada yang naik (epirogenesa negatif), ada yang turun (epirogenesa positif), ada yang bergerak berpapasan (convergent), ada pula yang bergerak saling menjauh (divergent). Seandainya berkaitan dengan fenomena tersebut, tentu banyak yang memilih epirogenesa negatif, yakni turunnya daratan Bali sehingga seolah-olah permukaan air laut naik. Dan khusus abrasi di pantai-pantai di Bali menurut ahli tidak ada kaitannya dengan keempat aktivitas alam itu. Seandainya berkaitan, Fenomena ini sifatnya alamiah dan manusia tidak bisa mencegahnya.
Selanjutnya, air laut bisa terus mengalami kenaikan karena pemanasan global. Lebih lengkap tentang panas global silahkan klik Akibat Pemanasan Global – Kenaikan Permukaan Laut Dunia. Faktor kedua ini bisa diperlambat. Dan semuanya bisa ikut andil. Dari pribadi-pribadi dapat menggunakan sepeda ontel saat ke dan dari sekolah atau bekerja. Menanam pohon dilingkungan sekitar. Dari pemerintah bisa menambah areal hutan, mengurangi kendaraan yang tidak ramah lingkungan, tidak mengizinkan industri yang menghasilkan gas CO2 berlebihan.
Kembali pada abrasi pantai di Bali yang mencapai empat meter pertahun merupakan fenomena yang patut diwaspadai. Sebab luas atau tidaknya medan abrasi sifatnya jelas merusak. Dan tindakan, seperti penanaman mangrove (bakau) InsyaAllah bisa mengurangi laju abrasi. Juga patut disyukuri bila pemerintah terus menggalakan gerakan menanam sejuta pohon, sebab jika berhasil maka banyak pihak yang akan diuntungkan. Bukan hanya Bali tentunya, tapi semua pulau di Indonesia. Sebab ada sumber yang menuliskan, bahwa sedikitnya 26 pulau kecil di Indonesia telah lenyap. Jika berita itu benar, semoga tidak bertambah lagi. Semoga.(Suretno)
Warna biru muda menggambarkan air sudah menguasai sebagian pesisir Pulau Jawa bagian utara. (Ilustrasi : pemanasanglobal.net












