Siklus Hidrologi

oleh geomania

Pengantar
Siklus Air dan Perairan Darat
Kalian pasti tau, sepanjang sejarah bahwa pusat pertumbuhan budaya manusia dimulai dari tempat yang tidak jauh dari sumber air.
Air adalah bahan alam yang paling berharga. Air tidak hanya diperlukan untuk kehidupan manusia, hewan dan tumbuhan tetapi bisa juga untuk media pengangkutan, sumber energi dan berbagai keperluan lainnya.
Secara alamiah sumber-sumber air merupakan kekayaan alam yang dapat diperbaharui dan mempunyai regenerasi yaitu dalam sirkulasi dan lahir kembali mengikuti suati siklus yang disebut Siklus Hidrologi.
Sumber-sumber air yang ada di bumi terdiri dari :
1. Air laut;
2. Air Atmosfer;
3. Air permukaan;
4. Air tanah;
Ketersediaan air pada umumnya digunakan manusia untuk keperluan domistik, pertanian, industri perikanan, PLTA, sarana transportasi, sarana olahraga dan lain-lain.
Maka dari itu kita harus menjaga kelestariannya jangan sampai menjadi bencana bagi umat manusia yang menimbulkan kerusakan, kerugian harta, jiwa serta menghanyutkan berjuta-juta tanah subur.
Tahukah kamu bahwa air di muka bumi memiliki jumlah yang tetap dan senantiasa bergerak dalam suatu lingkaran peredaran yang disebut siklus hidrologi, siklus air atau daur hidrologi. Siklus ini terjadi akibat pengaruh sinar matahari. Matahari memanfaatkan energi panas keseluruhan permukaan bumi, kemudian terjadilah penguapan air dari sungai, danau, rawa, laut yang disebut evaporasi dan dari tumbuhan disebut transporasi (seperti terlihat pada panah 1 sampai 6).
Uap air terbentuk dan naik ke atas, di tempat yang lebih tinggi suhu udara semakin rendah sehingga uap air akan mengalami proses kondensasi (panah nomor 8). Di tempat yang sangat tinggi seperti di daerah beriklim dingin atau sedang pada musim dingin uap air dapat langsung membeku menjadi kristal-kristal es (panah no 9). Proses ini disebut proses sublimasi. Proses sublimasi uap air berubah menjadi salju. Proses kondensasi uap air berubah menjadi kumpulan titik-titik air yang jatuh di permukaan bumi sebagai hujan.
Air hujan yang jatuh di permukaan bumi sebagian meresap ke dalam lapisan tanah melalui pori-pori tanah menjadi air tanah yang disebut Infiltrasi (anak panah nomor 10), dan selanjutnya mengalir ke permukaan bumi melalui sungai yang disebut Run-Off (panah nomor 13), ada juga yang tertahan di dedaunan tumbuhan yang disebut Intersepsi (anak panah nomor 12) dan ada yang langsung jatuh ke laut.
Jadi Siklus Hidrologi merupakan perputaran air di permukaan bumi yang diawali dari penguapan benda-benda biotik dan benda abiotik sebagai akibat pemanasan sinar matahari.
Siklus air dibedakan menjadi 3, yaitu :
1. Siklus Pendek (Siklus Kecil)
Yaitu air laut menguap menjadi gas, berkondensasi menjadi awan dan hujan yang jatuh laut.
2. Siklus Sedang (Siklus Menengah)
Yaitu air laut menguap menjadi gas, mengkondensasi dan dibawa angin membentuk awan di atas daratan, jatuh sebagai hujan lalu meresap ke tanah, masuk ke sungai dan ke laut lagi.
Siklus Besar (Siklus Panjang)
Yaitu air laut menguap menjadi gas kemudian membentuk kristal-kristal es di atas laut, dibawa angin ke daratan (pegunungan) dan jatuh sebagai salju membentuk gletser, masuk ke sungai lalu kembali ke laut.
Bentuk hasil curahan dari hasil kondensasi adalah hujan. Sedangkan bentuk curahan dari hasil sublimasi adalah salju yang masuk ke perairan darat dan perairan laut.

About these ads
Tag:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s